Langsung ke konten utama

Aktualisasi Nilai Pancasila Dalam Masyarakat

 Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan

Berbangsa dan Bernegara dilihat dari aspek (1)

Keharusan moral, (2) subyektif, (3) ketaatan

moral, (4) kesadaran moral, (5) internalisasi

nilai-nilai moral Pancasila, (6) proses

pembentukan kepribadian Pancasila, dan (7)

implementasi nilai-nilai Pancasila”, dapat

dijelaskan sebagai berikut.

Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara

merupakan kesepakatan politik para founding

fathers ketika negara Indonesia didirikan.

Namun dalam perjalanan panjang kehidupan

berbangsa dan bernegara, Pancasila sering

mengalami berbagai deviasi dalam aktualisasi

nilai-nilainya. Deviasi pengamalan Pancasila

tersebut bisa berupa penambahan, pengurangan,

dan penyimpangan dari makna yang seharusnya,

dan seiring dengan itu sering pula terjadi upaya

pelurusan kembali.

Pancasila sering digolongkan ke dalam

ideologi tengah di antara dua ideologi besar

dunia yang paling berpengaruh, sehingga sering

disifatkan bukan ini dan bukan itu. Pancasila

bukan berpaham komunisme dan bukan

berpaham kapitalisme. Pancasila tidak

berpaham individualisme dan tidak berpaham

kolektivisme. Bahkan bukan berpaham teokrasi

dan bukan perpaham sekuler. Posisi Pancasila

inilah yang merepotkan aktualisasi nilai-nilainya

ke dalam kehidupan praksis berbangsa dan

bernegara. Dinamika aktualisasi nilai Pancasila

bagaikan pendelum (bandul jam) yang selalu

bergerak ke kanan dan ke kiri secara seimbang

tanpa pernah berhenti tepat di tengah.

Pada saat berdirinya negara Republik

Indonesia, kita sepakat mendasarkan diri pada

ideologi Pancasila dan UUD 1945 dalam

mengatur dan menjalankan kehidupan negara.

Namun sejak Nopember 1945 sampai sebelum

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 pemerintah

Indonesia mengubah haluan politiknya dengan

mempraktikan sistem demokrasi liberal.Dengan

kebijakan ini berarti menggerakan pendelum

bergeser ke kanan. Pemerintah Indonesia

menjadi pro Liberalisme.Deviasi ini dikoreksi

dengan keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Dengan keluarnya Dekrit Presiden ini berartilah

haluan politk negara dirubah. Pendelum yang

posisinya di samping kanan digeser dan

digerakan ke kiri.Kebijakan ini sangat

menguntungkan dan dimanfaatkan oleh

kekuatan politik di Indonesia yang berhaluan

kiri (baca: PKI) Hal ini tampak pada

kebijaksanaan pemerintah yang anti terhadap

Barat (kapitalisme) dan pro ke Kiri dengan

dibuatnya poros Jakarta-Peking dan Jakarta-

Pyong Yang. Puncaknya adalah peristiwa

pemberontakan Gerakan 30 September 1965.

Peristiwa ini menjadi pemicu tumbangnya

pemerintahan Orde Lama (Ir.Soekarno) dan

berkuasanya pemerintahan Orde Baru (Jenderal

Suharto). Pemerintah Orde Baru berusaha

mengoreksi segala penyimpangan yang

dilakukan oleh regim sebelumnya dalam

pengamalan Pancasila dan UUD 1945.

Pemerintah Orde Baru merubah haluan politik

yang tadinya mengarah ke posisi Kiri dan anti

Barat menariknya ke posisi Kanan. Namun

regim Orde Barupun akhirnya dianggap

penyimpang dari garis politik Pancasila dan

UUD 1945, Ia dianggap cenderung ke praktik

Liberalisme-kapitalistik dalam menggelola

negara. Pada tahun 1998 muncullah gerakan

reformasi yang dahsyat dan berhasil mengakhiri

32 tahun kekuasaan Orde Baru. Setelah

tumbangnya regim Orde Baru telah muncul 4

regim Pemerintahan Reformasi sampai saat ini.

Pemerintahan-pemerintahan regim Reformasi

ini semestinya mampu memberikan koreksi

terhadap penyimpangan dalam mengamalkan

Pancasila dan UUD 1945 dalam praktik

bermasyarakat dan bernegara yang dilakukan

oleh Orde Baru.

Dinamika dalam mengaktualisasikan nilai

Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat,

berbangsa, dan benegara adalah suatu

keniscayaan, agar Pancasila tetap selalu relevan

dalam fungsinya memberikan pedoman bagi

pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan

masalah dalam kehidupan berbangsa dan

bernegara. Agar loyalitas warga masyarakat dan

warganegara terhadap Pancasila tetap tinggi. Di

lain pihak, apatisme dan resistensi terhadap

Pancasila bisa diminimalisir.

Substansi dari adanya dinamika dalam

aktualisasi nilai Pancasila dalam kehidupan

praksis adalah selalu terjadinya perubahan dan

pembaharuan dalam mentransformasikan nilai

Pancasila ke dalam norma dan praktik hidup

dengan menjaga konsistensi, relevansi, dan

kontekstualisasinya. Sedangkan perubahan dan

pembaharuan yang berkesinambungan terjadi

apabila ada dinamika internal (self-renewal)

dan penyerapan terhadap nilai-nilai asing yang

relevan untuk pengembangan dan penggayaan

ideologi Pancasila.Muara dari semua upaya

perubahan dan pembaharuan dalam

mengaktualisasikan nilai Pancasila adalah

terjaganya akseptabilitas dan kredibilitas

Pancasila oleh warganegara dan

wargamasyarakat Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penulisan Artikel

  Artikel adalah   karangan dari seorang penulis berisi tentang opini dan fakta secara mendalam dengan panjang tertentu dan dipublikasikan pada media cetak maupun media online. Contoh mudahnya Anda bisa menemui artikel pada media koran, majalah, buletin, website, blog, portal berita, media sosial dan sebagainnya. Sekarang ini Anda perlu berhati-hati karena banyak bertebaran artikel-artikel yang isinya hoax. Anda jangan percaya sepenuhnya pada artikel yang bersumber dari share sosial media atau website yang kurang kredibel, karena kebanyakan berisi hoax untuk membuat adu domba dan sekedar mencari traffik saja. Untuk itu Anda perlu mengetahui struktur artikel dengan melihat beberapa ciri-ciri artikel itu baik dan bisa dipertanggung jawabkan. Ciri Artikel Untuk mengetahui bahwa suatu tulisan termasuk dalam artikel atau tidak, Anda bisa melihat dari beberapa ciri-ciri berikut ini: Isinya bersumber dari fakta yang sebenarnya Isinya berupa karya tulis yang padat, singkat, jelas, bah...

Perencanaan Bisnis Lanjutan #PIABIS pt. 3

Aspek-Aspek Perencanaan Bisnis Aspek-aspek rancangan dan uraian produk , ( memuat gambaran umum produk dari aspek substansi produk, tampilan produk siap jual, dan fungsi produk ). Aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut : Aspek pemasaran Sasaran pemasaran , meliputi : Daerah pemasaran( lokasi pasar, jenis, dan jumlah pelanggan serta pesaing di lokasi pasar ). Situasi pasar ( segmentasi pasar, target pasar dan posisi pasar disbandingkan dengan pesaing yang berada di daerah pasar ). Proyeksi permintaan ( jumlah permintaan dalam setiap periode / siklus untuk setiap jenis pelanggan, dan proyeksi peningkatanya dalam setiap periode / siklus ) Strategi dan taktik pemasaran ( uraian masing-masing dari bauran pemasaran berdasarkan spesifikasi usaha / produk dan unggulan serta kelemahanya dibandingkan dengan bauran pemasaran perusahaan pesaing ) meliputi : Produk Harga Distribusi Promosi Aspek produksi Pengadaan bahan ( menyangkut jenis, volume, harga sumber ( daerah ) pasokan bahan,proses p...

Perilaku Konsumen #PEMASARAN pt. 10

Secara sederhana konsumen dapat didefinisikan sebagai orang yang membeli atau memakai barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen yang kemudian didelegasikan kepada perantara lain untuk dijual dan didistribusikan. Dalam memasarkan suatu barang, dibutuhkan suatu kemampuan untuk melihat pasar, apa yang diinginkan oleh konsumen dan apa target pasar yang ingin disasar oleh produk yang dikeluarkan. Maka dari itu kemampuan melihat tingkat atatu perilaku konsumen menjadi suatu hal yang cukup penting. Dalam dunia pemasaran, ada banyak hal yang cukup penting untuk diketahui dimana salah satunya adalah perilaku konsumen. Agar lebih jelas, sebaiknya anda menyimak penjelasan berikut ini. Didalam suatu proses atau transaksi jual beli suatu barang maupun jasa juga banyak hal yang saling berkaitan dengan konsumen. Konsumen merupakan tokoh atau faktor penting yang perlu anda kenali karakternya. Dan tentu saja anda perlu mengetahui tentang bagaimana cara mengenali perilaku konsumen. Perilaku konsume...