Pengertian Manajemen
Apabila ditinjau dari sisi etimologis, manajemen sebetulnya berasal dari Bahasa Perancis kuno, yakni “management”, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Dari arti etimologis tersebut, beberapa ahli dalam ilmu manajemen mengembangkannya menjadi definisi yang lebih panjang.
Ricky W. Griffin, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Hal ini sejalan dengan Henry Fayol yang mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu yang mengandung lima gagasan atau fungsi utama, yakni merancang, memerintah, mengorganisir, mengendalikan, dan mengoordinasi.
Ada pula George R. Terry yang menyebut manajemen sebagai proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain.
Nah, dari berbagai definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah sebuah proses merencanakan, mengarahkan, mengorganisir, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien melalui pemanfaatan sumber daya organisasi.
Fungsi Manajemen
Setidaknya ada empat fungsi utama yang dimiliki oleh manajemen, yaitu:
Perencanaan (planning)
Dalam fungsi ini, manajemen berperan untuk menetapkan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai oleh organisasi, lalu merencanakan cara terbaik demi mencapai tujuan tersebut. Tergantung dari skala perusahaan, perencanaan ini bisa biasanya dilakukan selama beberapa kali, yakni untuk kepentingan perusahaan secara keseluruhan dan di-break down lagi secara lebih detail untuk masing-masing divisi. Biasanya, manajer akan mengevaluasi berbagai alternatif rencana sebelum memilih rencana apa yang dipilih dan paling cocok diterapkan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Perencanaan bisa dibilang merupakan basis terpenting dari keseluruhan proses manajemen bisnis. Anggaplah perencanaan sebagai pondasi rumah yang harus dibangun secara kuat. Tanpa adanya perencanaan yang matang dan detail, bisa-bisa proses bisnis Anda tak akan berjalan sesuai harapan.
Pengorganisasian (organizing)
Setelah melakukan perencanaan secara matang, saatnya mengubah rencana tersebut menjadi sesuatu yang nyata. Namun, untuk itu, Anda perlu memastikan agar tugas atau kegiatan tertentu dikerjakan oleh orang-orang yang tepat. Di sinilah fungsi pengorganisasian akan membantu Anda. Biasanya, pengorganisasian di perusahaan dibagi berdasarkan fungsi pokok, misalnya seperti pemasaran, akuntansi, produksi, administrasi, dan sebagainya.
Nah, setiap fungsi pokok tersebut idealnya diketahui oleh masing-masing manajer yang bertanggung jawab kepada direktur utama. Pengorganisasian juga dapat dilakukan dengan menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, hingga pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
Pengarahan (directing)
Pada tahap ini, setiap anggota tim idealnya sudah mengetahui apa yang harus mereka kerjakan demi mencapai tujuan perusahaan. Meski begitu, mereka tetap membutuhkan dorongan agar bisa terus termotivasi untuk bekerja. Di sinilah fungsi pengarahan dalam manajemen sangat dibutuhkan. Biasanya, peran directing ini dilakukan oleh seorang manajer di masing-masing divisi. Mereka akan melakukan pengarahan melalui metode influencing dan motivating.
Pengendalian (controlling)
Agar setiap proses dalam manajemen berjalan optimal dan sesuai rencana, maka perlu diberlakukan fungsi pengendalian. Umumnya, fungsi pengendalian meliputi empat kegiatan, yaitu untuk menentukan standar prestasi, mengukur prestasi yang telah dicapai, membandingkan prestasi yang telah dicapai dengan standar prestasi, serta melakukan perbaikan apabila ada penyimpangan dari standar prestasi yang telah ditentukan.
manajemen, akuntansi, manajemen bisnis, manajemen keuangan, bisnis, usaha, manajemen pemasaranManajemen bisnis adalah proses merencanakan, mengarahkan, mengorganisir, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien melalui pemanfaatan sumber daya organisasi. (Source: Pexels)
4 Jenis Manajemen yang Diperlukan untuk Bisnis
Agar bisnis dapat berjalan optimal dan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan, diperlukan beberapa jenis manajemen lain untuk diterapkan, yaitu:
Manajemen keuangan
Sesuai namanya, manajemen keuangan berfungsi untuk mengatur keuangan perusahaan agar arus kas berjalan stabil sehingga pengeluaran tidak lebih besar daripada pemasukan bisnis. Dengan adanya pengelolaan keuangan, seluruh komponen keuangan bisnis juga akan terdata secara rapi, memudahkan Anda untuk melakukan analisis dan meningkatkan peluang untuk pengambilan keputusan yang lebih akurat dan strategis.
Agar lebih optimal, penggunaan teknologi seperti Sleekr Accounting sangat disarankan karena dapat melakukan integrasi perbankan dengan sistem yang otomatis. Seluruh data keuangan, mulai dari profit margin hingga utang piutang juga tersedia secara real time sehingga Anda bisa selalu mendapatkan data terbaru.
Manajemen SDM
Ada banyak unsur yang berperan dalam kesuksesan bisnis. Salah satu yang terpenting adalah sumber daya manusia (SDM). Manusia lah yang menjadi pemegang kontrol terhadap unsur-unsur lainnya, contohnya seperti uang, material, atau mesin. Karena perannya yang amat krusial, diperlukan penanganan khusus yang disebut juga dengan manajemen SDM. Dengan adanya pengelolaan yang tepat, SDM diharapkan bisa saling bekerja sama secara baik, efektif, dan efisien sehingga tujuan dapat tercapai.
Baca juga: 4 Isu Strategis yang Berkembang di Bidang Manajemen SDM
Manajemen operasional
Dalam bisnis, manajemen operasional dapat membantu Anda untuk memastikan bahwa kegiatan operasional sehari-hari berjalan sesuai rencana dan kebijakan yang berlaku. Kegiatan operasional ini mencakup segala hal yang berhubungan dengan proses produksi, mulai dari bahan baku, mesin, teknologi hingga metode yang diterapkan dalam mengubah bahan baku menjadi produk tertentu.
Dengan adanya pengelolaan operasional, Anda bisa memastikan kualitas terbaik untuk bahan baku, mengetahui jumlah bahan baku yang harus disediakan, waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi, bagaimana cara melakukan efisiensi waktu serta tenaga, dan masih banyak yang lainnya.
Manajemen pemasaran
Agar produk bisa sampai di tangan pengguna, Anda membutuhkan pemasaran. Terlebih jika produk Anda tergolong baru, maka Anda harus menjadi pihak yang lebih aktif melakukan promosi untuk membuat target market mengetahui kehadiran produk Anda. Proses pemasaran lah yang bisa membantu Anda dalam hal ini, yakni melalui beberapa strategi pilihan yang memiliki peluang paling tinggi untuk membawa kesuksesan.
manajemen, akuntansi, manajemen bisnis, manajemen keuangan, bisnis, usaha, manajemen pemasaranManajemen bisnis tak akan dapat berjalan tanpa adanya jenis manajemen lain seperti manajemen pemasaran, keuangan, operasional, dan SDM. (Source: Pexels)
Unsur-unsur Manajemen
Dalam bisnis, terdapat enam unsur yang berpengaruh dalam keberhasilan suatu usaha. Unsur-unsur ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dari satu sama lain. Jika salah satu unsur tidak ada atau tidak optimal, maka dapat mempersulit perusahaan dalam mencapai tujuannya. Berikut ini unsur-unsur tersebut:
Manusia (human)
Tidak berlebihan rasanya menyebut sumber daya manusia sebagai unsur terpenting dalam manajemen bisnis. Tanpa adanya manusia, perusahaan tidak dapat menentukan tujuan dan menyusun rencana terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Manusia lah yang memegang kontrol terhadap unsur-unsur lain dalam bisnis.
Uang (money)
Sejak awal mendirikan usaha, uang sudah menjadi salah satu hal paling krusial, yakni sebagai modal. Selain sebagai alat tukar, uang juga dapat berfungsi sebagai alat pengukur nilai. Keberhasilan suatu kegiatan atau penjualan bisa diukur berdasarkan jumlah uang yang beredar dalam perusahaan.
Sebagai salah satu unsur manajemen, uang dapat membantu Anda untuk memperhitungkan bisnis secara rasional. Hal ini berkaitan dengan berapa banyak uang yang harus disediakan untuk membeli mesin baru, membayar gaji karyawan, hingga berapa banyak yang harus didapatkan demi mendapat keuntungan.
Bahan (materials)
Ada dua jenis bahan dalam unsur bahan, yakni bahan setengah jadi dan bahan jadi. Tanpa adanya bahan, bisa dipastikan Anda akan kesusahan untuk menghasilkan produk yang hendak dijual. Seluruh rencana yang disusun dapat menjadi percuma dan menghambat perusahaan mencapai tujuannya.
Mesin (machine)
Anda sudah mempunyai bahan yang diperlukan untuk membuat produk. Namun, proses produksi bisa terhambat apabila Anda tak memiliki mesin yang mumpuni. Perlu diingat pula bahwa dalam hal ini, mesin tak hanya terbatas pada mesin-mesin pabrik untuk menghasilkan produk barang. Mesin seperti komputer, printer, hingga mesin fotokopi juga memiliki nilai penting dalam proses bisnis Anda.
Metode (methods)
Unsur satu ini membantu Anda dan tim untuk menjalankan setiap proses manajemen secara efektif dan efisien. Karenanya, Anda perlu menentukan metode terbaik untuk diterapkan di perusahaan. Dari sini, biasanya akan ditemukan kesinambungan antara satu divisi dengan divisi lain sehingga Anda dan seluruh karyawan bisa bekerja secara berdampingan dengan baik.
Pasar (market)
Sebagus apa pun kualitas produk yang diciptakan, hal tersebut akan percuma apabila tidak ada demand atau pasar yang memadai. Jika hal tersebut terjadi, kemungkinan besar proses produksi akan berhenti sehingga mengancam kesuksesan perusahaan. Karenanya, Anda juga perlu melakukan pemasaran untuk menarik perhatian target market Anda. Susunlah strategi-strategi yang dapat menggaet mereka.
Contoh Penerapan Manajemen Bisnis yang Baik
Manajemen bisnis bisa berjalan dengan baik kalau beberapa poin di bawah ini diterapkan, bahkan sebelum usaha mulai dibuat.
Memahami jenis usaha yang dilakukan sejak awal. Anda harus bisa mendeskripsikannya dengan baik mulai dari lokasi sampai kemungkinan hambatan yang akan terjadi,
Melakukan analisis produk dan persaingan dagang yang akan terjadi. Analisis dibutuhkan untuk menentukan aneka strategi baik dalam membuat produk sampai ke ranah promosi.
Melakukan pemasaran yang tepat. Pemasaran bisa dilakukan ke media sosial atau membuat konten baik tulisan atau video.
Selalu melakukan pengecekan pada laporan keuangan. Kalau belum ada orang yang bekerja sebagai akuntan, bisa menggunakan aplikasi akuntansi agar proses pencatatan berjalan dengan baik.
Selalu melakukan evaluasi pada produk dan SDM pada jangka waktu tertentu. Evaluasi dilakukan untuk meminimalkan kesalahan yang lebih parah.
Nama : M. Riski Arif B.
BalasHapusNIM : 20111035
Kelas : 1B
NAMA : ASHLAH SYUKRIYA
BalasHapusNIM : 20112045
KELAS : 1B
NAMA : MERI YANTI
BalasHapusNIM : 20111037
KELAS : 1B
NAMA :AYUMEGA SIMANUNGKALIT
BalasHapusNIM :20111065
KELAS:1B
Nama : Mochamad Dicky Darmawan
BalasHapusNim : 20112083
Kelas : 1B
Nama: YANUAR YUDI S
BalasHapusNIM: 20111067
KELAS: 1B
Nama : Moch. Luthfi Prayogi
BalasHapusNim : 20112048
Kelas : 1B
Nama: Nur Azizah
BalasHapusKelas: 1B/Sore
NIM: 20111040
Nama : Febri Erizka
BalasHapusNIM : 20111031
Kelas : 1B
Nama : Nur Ita Sari
BalasHapusKelas : 1B
NIM : 20111050
Nama : M. FAWAID MAULIDI
BalasHapusnim : 20112047
kelas : 1B
Nama : Yuli Irawati
BalasHapusNIM : 20111080
Kelas : 1B
Nama : Ifan borhani
BalasHapusNIM : 20111032
Kelas : 1B
Nama : Amalia Anggun Asmawati
BalasHapusNIM : 20111026
Kelas : 1B
Feldaea@gmail Epi Anargyonika_20112087
BalasHapusNama : Gema Triana
BalasHapusNIM : 20112046
Kelas : 1B
Nama : Felda epi anargyonika
BalasHapusNIM : 20112087
Kelas : 1B
Nama : Andrew Jonathan
BalasHapusNim : 20111027
Kelas : 1B
Nama : Yustifa Widyatera K
BalasHapusNIM : 20112053
Kelas : 1B
Nama : Yuli Irawati
BalasHapusKelas : 2C
Nim : 20111080
Nama : AGUNG WIRATMOKO
BalasHapusKelas : 1 A
Nim : 21111001