Langsung ke konten utama

Perilaku Organisasi pt. 11

 Disiplin Ilmu yang Mendukung Perilaku Organisasi

Bidang – bidang Utama yang mendukung adalah psikologi dan psikologi social, sosiologi dan antropologi.
  1. Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan dan terkadang mengubah perilaku manusia dan makhluk hidup. Mereka berkontribusi dalam pengetahuan, motivasi, kepribadian, emosi – emosi, persepsi, pelatihan, keefektifan kepemimpinan, kepuasan pekerjaan, pembuatan keputusan individual, penghargaan kinerja, ukuran sikap, rancangan kerja dan tekanan kerja. Unit analisisnya adalah individual.
  2. Psikologi sosial adalah bidang dalam psikologi yang memadukan konsep dari psikologi dan sosiologi serta berfokus pada pengaruh seorang terhadap orang lainnya. Mereka berkontribusi dalam perubahan perilaku, perubahan sikap, komunikasi, proses – proses kelompok dan pembuatan keputusan kelompok. Unit analisisnya adalah kelompok.
  3. Sosiologi adalah studi tentang manusia dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan kultur mereka. Mereka berkontribusi dalam komunikasi, kekuatan, konflik, perilaku antar kelompok yang unit analisisnya adalah kelompok. Kontribusi lain yaitu teori organisasi formal, teknologi organisasional, perubahan organisasional dan kultur organisasional yang unit analisisnya adalah sistem organisasi.
  4. Antropologi adalah studi kemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan aktivitas – aktivitas mereka. Mereka berkontribusi dalam nilai – nilai komparatif, sikap – sikap komparatif dan analisis lintas kultural yang unit analisisnya kelompok. Kontribusi lain yaitu kultural organisasional. Lingkungan organisasional dan kekuatan dengan unit analisis adalah sistem organisasi.

Tantangan dan Peluang untuk Perilaku Organisasi
  1. Merespons Globalisasi
Organisasi tidak lagi dipisahkan oleh batas – batas nasional. Dalam prosesnya, pekerjaan manajer mengalami perubahan sebagai contoh diantaranya:
·       Penugasan luar negeri yang meningkat.
·       Bekerja dengan individu – individu dari kultur berbeda.
·       Menanggulangi reaksi antikapitalisme
·       Memantau perpindahan pekerjaan ke negara yang mempunyai tenaga kerja berbiaya rendah.
·       Mengatur individu selama perang melawan teror berlangsung.
  1. Mengelola Keragaman Angkatan Kerja
Konsep bahwa organisasi menjadi semakin heterogen dalam hal gender, usia, ras, etnik, orientasi seksual dan keterlibatan berbagai kelompok lain. Contohnya: Menerima keragaman, perubahan pada demografis AS dan Implikasi.
  1. Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas
Para manajer saat ini mengerti bahwa keberhasilan dari usaha apapun dalam meningkatkan kualitas dam produktivitas harus melibatkan karyawan mereka. Karyawan tidak hanya akan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan perubahan tetapi juga semakin aktif berpartisipasi dalam merencanakan perubahan tersebut.
  1. Merespons Kurangnya Tenaga Kerja
Manajer membutuhkan strategi perekrutan dan pemeliharaan yang canggih. Manajer juga harus mengubah praktik organisasi untuk mencerminkan kebutuhan dari angkatan kerja yang lebih tua dan memikirkan memotivasi pekerja lebih muda yang merasa terhambat ketika kolega lebih tua tidak pensiun.
  1. Meningkatkan Layanan Pelanggan
Kebanyakan organisasi mengalami kegagalan karena karyawannya gagal menyenangkan pelanggan. PO bisa memberikan bimbingan yang baik dalam membantu para manajer menciptakan kultur – kultur seperti: karyawan yang ramah dan sopan, mudah didatangi, berpengetahuan, cepat dalam merespons kebutuhan dan bersedia melakukan apapun yang diperlukan untuk menyenangkan pelanggan.
  1. Meningkatkan Keahlian Personal
Mempelajari cara – cara untuk merancang pekerjaan yang memotivasi, dan cara membentuk tim yang lebih efektif.
  1. Memberdayakan Orang yaitu membuat karyawan – karyawan bertanggungjawab atas apa yang mereka lakukan.
  2. Menstimulasi Inovasi dan Perubahan
Karyawan suatu organisasi bisa menjadi pendorong inovasi dan perubahan atau sebaliknya menjadi batu penghalang. Tantangan bagi manajer adalah menstimulasi kreatifitas dan daya tahan mereka terhadap perubahan. Bidang PO memberikan banyak ide dan teknik untuk membantu merealisasikan tujuan ini.
  1. Mengatasi “Kesementaraan”
Manajer zaman sekarang harus belajar menghadapi kesementaraan dan belajar hidup dengan fleksibilitas, spontanitas dan ketidakpastian. Studi PO bisa memberikan wawasan yang penting untuk membantu anda memahami dunia kerja dengan perubahan terus menerus, cara mengatasi perlawanan terhadap perubahan dan cara terbaik menciptakan kultur organisasi yang tumbuh berdasarkan perubahan.
  1. Bekerja dalam organisasi berjaringan
Semakin banyak karyawan yang melakukan pekerjaan mereka dengan cara dihubungan dengan karyawan lain melalui jaringan. PO bisa memberikan wawasan yang berharga untuk membantu mengasah keahlian tersebut.
  1. Membantu Karyawan menyeimbangkan konflik kehidupan dengan pekerjaan
Organisasi yang tidak membantu orang – orang mereka mencapai keseimbangan kehidupan pekerjaan akan mendapatkan semakin banyak kesulitan untuk menarik dan mempertahankan karyawan yang paling andal dan bermotivasi.
  1. Meningkatkan perilaku etis
Para anggota organisasi semakin merasa diri mereka menghadapi dilema etika yaitu situasi dimana individu diharuskan mendefinisikan kelakuan yang benar dan yang salah. Manajer harus menciptakan iklim etis yang sehat untuk karyawan sehingga karyawan bisa melakukan pekerjaan mereka dengan produktif dan menghadapi sedikit ambiguitas terkait apa yang merupakan perilaku yang benar dan yang salah.

Mengembangkan Model Perilaku Organisasi
Model adalah abstraksi kenyataan, gambaran sederhana dari beberapa fenomena nyata dunia.
Salah satu persoalan Perilaku Organisasi adalah produktivitas. Produktivitas adalah ukuran kinerja yang mencakup efektifitas dan efisiensi. Efektifitas adalah pencapaian tujuan – tujuan sedangkan efisiensi dalah rasio hasil efektif dengan masukan yang dibutuhkan untuk mencapainya.

Variabel Dependen
Faktor – faktor yang mempengaruhi efektifitas dan efisiensi individu, kelompok dan organisasi secara keseluruhan:
  • Mangkir yaitu ketidakhadiran di kantor tanpa izin.
  • Perputaran Karyawan yaitu pengunduran diri permanen secara sukarela maupun tidak sukarela dari suatu organisasi.
  • Perilaku Menyimpang di Tempat Kerja yaitu perilaku sukarela yang melanggar norma – norma organisasi yang signifikan dan dengan demikian, mengancam kesejahteraan atau anggota – anggotanya.
  • Perilaku Kewargaan Organisasi yaitu perilaku pilihan yang tidak menjadi bagian dari kewajiban kerja formal seorang karyawan namun mendukung berfungsinya organisasi tersebut secara efektif.
  • Kepuasan Kerja yaitu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristik – karakteristiknya.

Variabel Independen
  1. Variabel tingkat individual
·     Persepsi, Pembuatan keputusan individual, pembelajaran dan motivasi
  1. Variabel tingkat kelompok






BAB 2
Dasar – Dasar Perilaku Individual

Kecerdasan adalah satu karakteristik yang dibawa individu ketika mereka bergabung dalam suatu organisasi. Peneliti membagi kecerdasan kedalam empat sub bagian (multi kecerdasan):
  1. Kecerdasan kognitif meliputi kecerdasan yang telah lama diliput oleh tes – tes kecerdasan tradisional.
  2. Kecerdasan sosial adalah kemampuan seseorang untuk berhubungan secara efektif dengan individu lain.
  3. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami dan mengelola emosi.
  4. Kecerdasan kultural adalah kesadaran akan perbedaan – perbedaan lintas kultural dan kemampuan untuk berfungsi secara berhasil dalam situasi lintaskultural.

Kemampuan (ability) adalah kapasistas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Kemampuan merupakan sebiah penilaian terkini atas apa yang dapat dilakukan sesorang. Kemampuan seorang individu terbagi dua yaitu:
  1. Kemampuan Intelektual (intellectual ability)
Yaitu kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas mental – berpikir, menalar, dan memecahkan masalah. Kemampuan intelektual memiliki tujuh dimensi diantaranya:
·     Kecerdasan Angka yaitu kemampuan melakukan aritmatika dengan cepat dan akurat. Contoh pekerjaan: akuntan menghitung paja penjualan serangkaian barang.
·     Kecerdasan Verbal yaitu kemampuan memahami apa yang dibaca atau didengar dan hubungan antara kata – kata. Contoh pekerjaan: Manajer pabrik mengikuti kebijakan perusahaan pada perekrutan.
·     Kecerdasan persepsi yaitu kemampuan mengidentifikasi kemiripan dan perbedaan visual secara cepat dan akurat. Contoh pekerjaan: Penyelidik kebakaran mengidentifikasi petunjuk untuk mendukung tuntutan pembakaran secara sengaja.
·     Keceradasan induktif yaitu kemampuan mengidentifikasi urutan logis dalam sebuah masalah dan kemudian memecahkan masalah tersebut. Contoh pekerjaan: Periset pasar meramalkan permintaan untuk sebuah produk pada periode waktu selanjutnya.
·     Kecerdasan deduktif yaitu kemampuan menggunakan logika dan menilai implikasi dari sebuah argumentasi. Contoh pekerjaan: Pengawas memilih antara dua saran berbeda yang ditawarkan oleh karyawan.
·     Visualisasi Spasial yaitu kemampuan membayangkan bagaimana sebuah objek akan terlihat bila posisinya dalam ruang diubah. Contoh pekerjaan: Dekorator interior mendekorasi ulang sebuah kantor.
·     Daya Ingat yaitu kemampuan menyimpan dan mengingat pengalaman masa lalu. Contoh pekerjaan: Tenaga penjual mengingat nama – nama pelanggan.

  1. Kemampuan Fisik (physical ability)
Yaitu kemampuan melakukan tugas – tugas yang menuntut stamina, keterampilan, kekuatan dan karakteristik serupa. Kemampuan fisik dasar terbagi menjadi sembilan yaitu:
·     Faktor Kekuatan: [1] Kekuatan dinamis yaitu kemampuan menggunakan kekuatan otot secara berulang atau terus menerus. [2] Kekuatan tubuh yaitu kemampuan memanfaatkan kekuatan otot menggunakan otot tubuh (khususnya otot perut). [3] Kekuatan statis yaitu kemampuan menggunakan kekuatan terhadap objek eksternal. [4] Kekuatan eksplosif yaitu kemampuan mengeluarkan energi maksimum dalam satu atau serangkaian tindakan eksplosif.
·     Faktor Fleksibilitas: [5] Fleksibilitas luas yaitu kemampuan menggerakkan tubuh dan otot punggung sejauh mungkin. [6] Fleksibilitas dinamis yaitu kemampuan membuat gerakan – gerakan lentur yang cepat dan berulang – ulang.
·     Faktor Lainnya: [7] Koordinasi tubuh yaitu kemampuan mengoordinasikan tindakan secara bersamaan dari bagian – bagian tubuh yang berbeda. [8] Keseimbangan yaitu kemampuan mempertahankan keseimbangan meskipun terdapat gaya yang menganggu keseimbangan. [9] Stamina yaitu kemampuan mengerahkan upaya maksimum yang membutuhkan usaha berkelanjutan.

Karakteristik Biografis adalah karakteristik perseorangan seperti usia, gender, ras dan masa jabatan yang diperoleh secara mudah dan objektif dari arsip pribadi seseorang.
  1. Usia
Pekerja lebih tua memiliki kualitas positif yaitu pengalaman, penilaian, etika kerja yang kuat dan komitmen terhadap kualitas. Tetapi mereka dipandang kurang memiliki fleksibilitas dan sering menolak teknologi baru.
  1. Gender
  2. Ras
  3. Masa Jabatan

Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen terjasi sebagai hasil dari pengalaman. Ada tiga teoru yang menjelaskan proses dimana kita memperoleh pola perilaku yaitu
  1. Pengondisian Klasik adalah jenis pengondisian dimana individu merespons beberapa stimulus yang tidak biasa dan menghasilkan respons baru.
  2. Pengondisian Operant adalah jenis pengondisian dimana perilaku sukarela yang diharapkan menghasilkan penghargaan atau mencegah sebuah hukuman.
  3. Pembelajaran Sosial adalah pandangan bahwa orang – orang dapat belajar melalui pengamatan dan pengalaman langsung. Pengaruh model adalah sentral pada sudut pandang pembelajaran sosial ada empat proses yang ditemukan untuk menentukan pengaruh sebuah model pada seorang individu: [1] Proses perhatian, [2] Proses penyimpanan, [3] Proses reproduksi motor, [4] Proses penegasan.

Pembentukan: Alat Manajerial
Pembentukan perilaku (shaping behavior) secara sistematis menegaskan setiap urutan langkah yang menggerakkan seorang individu lebih dekat kepada respons yang diharapkan. Terdapat empat metode cara pembentukan perilaku melalui [1] penegasan positif adalah menindaklanjuti respons dengan sesuatu yang menyenangkan. [2] penegasan negatif adalah menindaklanjuti respons dengan penghentian atau penarikan sesuatu yang tidak menyenangkan. [3] Hukuman menyebabkan sebuah kondisi tidak menyenangkan dalam upaya menghilangkan perilaku yang tidak diharapkan. [4] Peniadaan adalah menghapuskan semua penegasan yang mempertahankan sebuah perilaku.

Dua jenis utama jadwal penegasan adalah
[1] Penegasan berkesinambungan (continous reinforcement) menegaskan perilaku yang diharapkan setiap kali dan setiap waktu penegasan tersebut dilakukan. Pengaruh pada perilaku: pembelajaran secara cepat terhadap perilaku yang baru tetapi lenyap dengan cepat. Contoh: pujian.
[2] Penegasan berkala (intermittent reinforcement) adalah menegaskan suatu perilaku yang diinginkan yang cukup sering menyebabkan perilaku tersebut, diulangi namun tidak setiap saat ditunjukkan. Penegasan berkala dapat berupa tipe rasio atau interval.
·     Jadwal interval tetap yaitu memberi jarak penghargaan pada interval waktu yang seragam/tetap. Pengaruh pada perilaku: kinerja rata – rata dan tidak teratur dan lenyap dengan cepat. Contoh: bayaran mingguan
·     Jadwal interval variabel yaitu mendistribusikan penghargaan pada waktu sedemikian sehingga penegasan tersebut tidak dapat diprediksikan. Pengaruh pada perilaku: kinerja yang cukup tinggi dan stabil dan lenyap dengan lambat. Contoh: kuis dadakan.
·     Jadwal rasio tetap yaitu mencetuskan penghargaan setelah sejumlah respons yang tetap atau konstan. Pengaruh pada perilaku: kinerja tinggi dan stabil didapat dengan cepat tetapi juga lenyap dengan cepat. Contoh: bayaran tarif per buah.

·     Jadwal rasio variabel yaitu memvariasikan penghargaan secara relatif terhadap perilaku individu. Pengaruh pada perilaku: kinerja sangat tinggi dan lenyap dengan lambat. contoh: penjualan berdasarkan komisi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian dan Ruang Lingkup Perencanaan dan Pengembangan Bisnis #PERENCAANAANDANPENGEMBANGANBISNIS pt.1

PENGERTIAN PERENCANAAN BISNIS B isnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris  business , dari kata dasar   busy   yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Perencanaan bisnis merupakan pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan, karena di dalam perencanaan bisnis ini dapat diketahui posisi perusahaan saat ini, arah dan tujuan perusahaan, dan cara mencapai sasaran yang ingin dicapai. Agar perusahaan berjalan pada jalan yang benar maka seorang wirausaha harus menyususn Business Plan. Business Plan merupakan suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik bagi penyandang saran. Pengertian lain dari business plan ...

Perilaku Konsumen #PEMASARAN pt. 10

Secara sederhana konsumen dapat didefinisikan sebagai orang yang membeli atau memakai barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen yang kemudian didelegasikan kepada perantara lain untuk dijual dan didistribusikan. Dalam memasarkan suatu barang, dibutuhkan suatu kemampuan untuk melihat pasar, apa yang diinginkan oleh konsumen dan apa target pasar yang ingin disasar oleh produk yang dikeluarkan. Maka dari itu kemampuan melihat tingkat atatu perilaku konsumen menjadi suatu hal yang cukup penting. Dalam dunia pemasaran, ada banyak hal yang cukup penting untuk diketahui dimana salah satunya adalah perilaku konsumen. Agar lebih jelas, sebaiknya anda menyimak penjelasan berikut ini. Didalam suatu proses atau transaksi jual beli suatu barang maupun jasa juga banyak hal yang saling berkaitan dengan konsumen. Konsumen merupakan tokoh atau faktor penting yang perlu anda kenali karakternya. Dan tentu saja anda perlu mengetahui tentang bagaimana cara mengenali perilaku konsumen. Perilaku konsume...

Perencanaan Bisnis Lanjutan #PIABIS pt. 3

Aspek-Aspek Perencanaan Bisnis Aspek-aspek rancangan dan uraian produk , ( memuat gambaran umum produk dari aspek substansi produk, tampilan produk siap jual, dan fungsi produk ). Aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut : Aspek pemasaran Sasaran pemasaran , meliputi : Daerah pemasaran( lokasi pasar, jenis, dan jumlah pelanggan serta pesaing di lokasi pasar ). Situasi pasar ( segmentasi pasar, target pasar dan posisi pasar disbandingkan dengan pesaing yang berada di daerah pasar ). Proyeksi permintaan ( jumlah permintaan dalam setiap periode / siklus untuk setiap jenis pelanggan, dan proyeksi peningkatanya dalam setiap periode / siklus ) Strategi dan taktik pemasaran ( uraian masing-masing dari bauran pemasaran berdasarkan spesifikasi usaha / produk dan unggulan serta kelemahanya dibandingkan dengan bauran pemasaran perusahaan pesaing ) meliputi : Produk Harga Distribusi Promosi Aspek produksi Pengadaan bahan ( menyangkut jenis, volume, harga sumber ( daerah ) pasokan bahan,proses p...